30 Juni, 2020

Apple WWDC 2020. Mengkhawatirkan

Pekan keempat di bulan Juni tahun 2020 ini menarik menurutku. Berbagai rumor dari beberapa hal yang aku senangi seperti dunia fotografi dan TI, akan membuktikan rumor tersebut hanya sekedar kabar burung atau dream comes true. Hasilnya sedikit mengecewakan. Tulisan ini akan membahas spesifik salah satu perhelatan kebanggaan dari Apple dan juga yang ditunggu para Developers yang “terpenjara” olehnya.

Bagiku, rumor yang menarik dari Apple hanyalah tentang Macintosh. Rasanya hampir setahun setelah WWDC sebelumnya, rumor tentang macOS setelah Catalina sangat sedikit yang bocor. Bahkan macrumors yang buatku menjadi sumber situs berita nomor wahid tentang produk Apple, tumben tidak mendapatkan banyak informasi yang memuaskan. Kali ini Apple menang. Hingga detik terakhir beberapa menit sebelum WWDC dijadwalkan tayang, akhirnya rumor tentang penerus Catalina muncul ke permukaan.

Only three things, but…

Tiba – tiba muncul tweet diatas dan semua yang dia katakan benar! Meskipun rumornya tidak rinci, redesigned UI menjadi hal yang sangat membuatku tertarik. Ekspektasi melambung tinggi, tidak sabar untuk menonton acaranya secara langsung seperti beberapa WWDC sebelumnya. Sayang malam itu kantuk sudah tidak tertahankan hanya sempat tonton beberapa menit pertama hingga akhirnya tertidur. Secara, jadwal untuk WIB dimulai pada jam 12 malam. Adapun macOS mendapatkan jatah di bagian terakhir, ugh.

Akhirnya angka 11

Teringat pertama kali kenal dengan sistem operasi untuk komputer Apple ini menggunakan nama Mac OS X. Kagum dan pengen banget punya sejak “Panther”, akhirnya kesampaian pada versi Sierra. Terlihat Apple menggunakan huruf “X” untuk menandakan versi major dari macintosh OS ini, versi 10. Lalu setiap tahun rilisnya diikuti oleh angka versi minornya dimana sampai tulisan ini ditulis adalah versi ke 15 dengan nama Catalina.

Sebelumnya aku tidak pernah melihat satupun orang yang mengatakan versi 11. Karena sepertinya memang orang – orang tidak memperkirakan hal itu. Semuanya berfikir penerus Catalina adalah versi 10.16. Lalu kalau kita melihat gerakan Apple mengganti versi mayornya tentu masuk akal karena macOS berikutnya, yg bernama Big Sur, ini merupakan babak baru bagi Apple. Berpaling dari prosesor Intel ke ARM. Bagi kalian yang tidak mengerti, nggak apa – apa, tutup postingan ini dan salah satu beban hidup kalian yang baru saja muncul akan hilang. Kalau mau pusing sejenak lebih bagus lagi, mudah – mudahan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dari postingan ini.

Big Sur, Big Step

Dihilangkannya huruf “X” pada penamaan sistem operasi macintosh ternyata sudah dilakukan empat tahun lalu (2016) pada versi 10.12, Sierra. Setahun kemudian, Apple resmi menghilangkannya pada versi 10.13, High Sierra. Mereka melakukan itu untuk konsistensi nama sistem operasi pada setiap produk mereka. Jadilah iOS, iPadOS[1], watchOS, tvOS dan macOS. Aku akui memang keren.

Tahun ini akhirnya langkah besar mereka lakukan. Well, sort of. Seperti yang kalian tahu, setiap perangkat komputer milik Apple menggunakan prosesor Intel dimulai sejak 2005 hingga akhirnya berakhir di tahun ini dan beralih ke prosesor buatan mereka sendiri sama seperti yang kita temukan di iPhone juga iPad. Sst, sebenarnya ada yang lebih menarik. Sebelum Apple menggunakan prosesor Intel, mereka menggunakan prosesor ARM loh!

Jadi bgini, mari kita pakai analogi memasak ayam. Untuk membuatnya tetap simpel jenis masakan ayam kita kategorikan menjadi dua, berkuah dan goreng. Keduanya sama – sama masakan, untuk dimakan dan kita pengen rasanya enak! Tapi cara memasaknya, bahan – bahannya berbeda. Paling mencolok adalah masakan yang berkuah ada airnya sedangkan masakan goreng hasilnya krenyesss.

Begitu juga dengan prosesor, mereka punya “arsitektur” yang kalau di masakan tadi kita sebut “jenis masakan”. Saat ini yang terkenal adalah arsitektur x86 dan ARM. Padahal secara teknisnya arsitektur prosesor x86 berbasis CISC dan RISC untuk ARM.

Hello, terus apa sih artinya? Kan sama – sama bisa dipakai, performa gadget tiap tahun juga makin bagus.

Of course my friends. Tahukah kalian kalau di belakang layar, arsitektur komputer itu sangat menyakitkan? Ibarat masakan, dua arsitektur itu beda cara masaknya dalam menjalankan aplikasi. Contoh efek yang sederhana adalah akan ada aplikasi yang HANYA bisa berjalan di macintosh dan akan ada juga aplikasi yang HANYA bisa berjalan di komputer non-Apple dikarenakan aplikasi itu menggunakan prosesor dengan arsitektur yang berbeda. Anggap aja nih, gim Dota 2 akhirnya cuma bisa jalan di komputer yang pakai prosesor x86 (Intel dan AMD), sedangkan di mac (prosesor ARM) tidak bisa.

Oke, mudah – mudahan sampai situ mengerti. Kalau udah kepanasan mikirnya tutup aja postingan ini. Aku sudah memperingatkan kalian loh.

Setelah rumor itu berubah menjadi kenyataan yang paling khawatir adalah para pengembang perangkat lunak! Kalau mau jangkauan produk aplikasi mereka luas, ibaratnya mereka harus menghidangkan dua kategori masakan ayam sekaligus. Iya, disitulah letak yang menyakitkan bagi para developer. Arsitektur komputer itu memengaruhi bahasa pemrograman. Makanya kenapa membuat aplikasi buat ponsel pintar kalian tidak bisa disamakan dengan membuat aplikasi untuk komputer.

Sisanya sih tidak terlalu menarik menurutku, cukup tau aja kalau produk – produk Apple bakalan seperti apa ke depannya. Sebenarnya ingin sekali menulis impresi awal tentang macOS Big Sur, semoga punya kesempatan dalam waktu dekat menulisnya. Terima kasih sudah mau membaca gaes. Selamat membaca dan sampai jumpa di tulisan lainnya.

PS: Sangat sulit bagiku memberikan penjelasan yang simpel, mudah dipahami oleh orang yang tidak tahu teknis dalam dunia teknologi. Huhu, semoga kalian mengerti.

[1] Dirilis pada tahun 2019