5 Juni, 2019

WWDC 2019. Kesombongan yang sepadan?

Salah satu acara tahunan dalam dunia teknologi informasi yang ditunggu oleh para developer untuk ekosistem Apple (dan juga masyarakat umum) adalah WorldWide Developer Conference (WWDC) yang diselenggarakan oleh Apple Inc. dimana acara tersebut tentunya ekslusif hanya membahas produk Apple. WWDC seperti tahun – tahun sebelumnya baru saja dimulai sehari yang lalu, 3 Juni (waktu USA), dimana mereka (akhirnya) mengumumkan Mac Pro dan monitor barunya —Apple Pro XDR Display—, lalu iOS 13, tvOS 13, watchOS 6, iPadOS, macOS Catalina (10.15). Jika anda berharap tulisan ini adalah review dari salah satu item diatas, saya sarankan tutup saja halaman ini lol.

Tulisan ini lebih kepada pandangan seseorang mengenai “keesombongan” perusahaan Apple dalam memberikan value pada setiap produk mereka. Ya sebagian besar kita tau bagaimana, contoh nyata terbaru dari event tersebut adalah stand monitor seharga $999! Ya anda tidak salah baca, itu harga HANYA untuk stand monitor! Silahkan cek sendiri. Tapi untuk apa saya membahas sebuah stand? Apakah stand yang lebih mahal dari gaji kerjaan sebulan itu yang memberikan saya ide untuk judul tulisan ini? Tentu tidak.

Jajaran “OS” dan produk software baru lainnya inilah yang menjadi ide tulisan ini. Sekarang saya sadar dan lebih pede menjawab kepada orang awam bahwa salah satu alasan kenapa produk Apple mahal karena integrasi hardware dan softwarenya. Ya, percayalah. Lalu teringat kejadian lucu beberapa teman yang ngeledek kira – kira seperti ini
“Ah lu katanya ngga suka Apple, sekarang malah beli laptop Apple”.

“Ah lu katanya ngga suka Apple, sekarang malah beli laptop Apple”.

Dude, saya bukan Apple hater maupun fanboy-nya. Saya cuma memilih produk yang menurutku pilihan paling baik untuk kebutuhan saya. So, stop whining and blaming. This is my life, my choice lol.

Oke mari menjelaskan jawaban diatas. Laptop yang saya pakai saat ini adalah produk pertama Apple yang saya miliki. Sekilas impresi awal memakainya adalah tidak terlalu sulit untuk menguasainya karena saya sudah familiar dengan UNIX system. Menariknya saya baru menyadari sesuatu setelah menonton WWDC tahun ini, bahwa integrasi hardware dan pengembangan software yang mereka lakukan menciptakan ekosistem yang belum dapat ada yang menandinginya. Mereka benar – benar “User oriented”. Mereka membuat UNIX system yang sangat fleksibel dan fully customizable tersebeut menjadi sebuah sistem baru yang memberikan kemudahan to-the-point kepada siapapun dan apapun latar belakang penggunanya! Mulai dari orang awam yang baru mengenal atau memegang gadget, sampai power user (creator, developer, system administrator, dll). Bahkan yang lebih hebatnya lagi, kemudahan tersebut menyentuh hingga kelas power user. MacOS Catalina (dan jajaran OS gadget Apple yang lain), ARKit3 & ARCore, Swift UI Kit yang akan rilis musim gugur tahun ini menjadi sebuah ekosistem yang bekerja laiknya tim.
Macbook dengan OS Catalina bisa menjadikan iPad dengan iPadOS menjadi layar ekstensi / tambahan tanpa perlu konfigurasi yang kompleks dengan fitur barunya, Sidecar. Fitur ini bukanlah pintu mobil atau sejenis kontrol mobil atau benda masa kecil seperti ini (saya lupa namanya apa)

Cukup dengan kedua gadget tersebut terkoneksi dalam satu jaringan yang sama, dan boom! Adalagi “Voice Control”, bagi para (maaf) penyandang disabilitas mampu menggunakan komputer Apple (Mac) sepenuhnya hanya menggunakan perintah suara! (Oh no, future is here).

Untuk para developer, adanya ARKit3 mereka bisa menggunakan fitur Augmented Reality tanpa perlu basa – basi mempelajari ilmu dasar / sains tentang teknologi tersebut. Project Catalyst dan Swift UI, sebuah proyek baru dari Apple dimana para developer mampu mengubah aplikasi iPad/iOS yang sudah mereka buat menjadi aplikasi MacOS.

“Oke, fitur dan framework baru tersebut kelihatannya legit. Tapi ah betapa sibuknya harus mempelajari sesuatu yang baru lagi”

Hmm.. Begitu ya? kalian pasti mengerti dan bahagia ketika membaca ini, “fitur tersebut bisa digunakan hanya dengan sebuah klik mouse!”. Ya, untuk konversi aplikasi mobile ke apliakasi desktop (project Catalyst) sebagian besar sudah otomatis akan dilakukan oleh XCode dan Catalina hanya dengan sekali klik! Adapun untuk fitur ARKit3, library yang mereka sediakan sudah sangat lengkap, sisa pakai. Pantas saja banyak mengatakan dengan adanya fitur – fitur baru tersebut menjadi developer aplikasi Applee adalah sebuah “surga”, One for All. Bisakah kalian menemukan ekosistem dengan koherensi sehebat itu?

Lalu? Apa hal itu cukup menjadi justifikasi kalau mereka pantas memasok harga yang begitu langit? Jawabannya, IYA!
Integrasi hardware dan software adalah hal yang mahal. Tapi lebih mahal lagi ide, visi, perencanaan, pembuatan ekosistem, dan operasionalnya. WWDC ini sejatinya bukan acara untuk masyarakat pengguna biasa melainkan sesuai namanya, untuk para Developer.

“Come on man, terus hubungannya dengan harga langit apa?”

Ya, buat kalian yang masih belum mengerti biarkan saya menjawabnya. Jika developer pada umumnya membuat aplikasi untuk klien para pengguna awam butuh biaya yang mahal, lalu kira – kira berapa bayaran para developer di Apple dimana mereka membuat aplikasi “pondasi” (framework) yang sangat rumit untuk mempermudah para developer lainnya?

  • Developer non-Apple membuat aplikasi untuk memudahkan masyarakat (gaji $)
  • Developer Apple membuat framework untuk memudahkan para developer (gaji $$$?)

Tidak sampai disitu, visi yang benar – benar direncanakan dengan baik untuk membuat sebuah ekosistem akhirnya membuahkan hasil. Saya kagum bagaimana hampir seluruh produk mereka —iPhone, iPad, Watch, Mac— bekerja dengan terhubung satu sama lain. Tentu untuk merealisasikan visi tersebut membutuhkan biaya yang membuat kata “mahal” itu terbang ke langit. Kalian para fanboy atau pengguna produk Apple pasti akan merasakan akibatnya, eh maksudnya kemudahannya. Meskipun disisi lain menurut saya, hal tersebut menimbulkan efek yang kurang baik. Yakni bisa membuat kalian “terpenjara”. Mungkin saya juga akan membuat tulisan berikutnya yang seperti ini membahas teentang “Efek dari pandangan sisi sebelah dari produk Apple”.

Terima kasih telah mau membaca tulisan yang sangat tidak intuitif ini. Maaf jika kalian tidak mengerti karena saya memang masih perlu belajar banyak untuk menyampaikan sesuatu dengan baik kepada orang lain.